
Kraton Yogyakarta dilihat dari Alun-alun Utara.
Ngatiran tidak pernah bercita-cita menjadi abdi dalem. Ia bahkan tidak pernah secara khusus mendaftarkan diri sebagai salah satu perangkat di dalam Kraton.
Tawaran sebagai abdi dalem datang sekitar 16 tahun lalu. Saat itu Ngatiran sedang berjualan rokok berkeliling di sekitar Jalan Malioboro. Ada kenalan yang sehari-harinya berjualan sayur mayur di Pasar Beringharjo menawari sebagai abdi dalem Kraton Yogyakarta. Karena tidak tahu harus menjawab apa, laki-laki ini mengatakan akan berpikir-pikir dulu dalam beberapa hari.
”Ketika itu saya benar-benar tidak tahu menjadi abdi dalem itu seperti apa, sehingga saya merasa perlu memikirkan dulu tawaran tersebut,” papar Ngatiran dalam Bahasa Jawa patah-patah.
Beberapa hari kemudian, setelah dirinya merasa mantap, ia datang ke Kraton untuk mengutarakan kesanggupan menjadi abdi dalem. Tidak ada seleksi administrasi maupun seleksi fisik, pihak Kraton langsung menyatakan menerima. Sejak itulah predikat abdi dalem melekat pada dirinya. Lima tahu berikutnya ia memperoleh pangkat pertama sebagai abdi dalem yaitu Jejer dengan nama Dipo Berdopo. (Heru Prasetya)

No comments:
Post a Comment