Wednesday, June 28, 2006

Candi Prambanan yang kesohor di seluruh penjuru dunia pun tak luput jadi sasaran gempa. Beberapa bagian candi di perbatasan Provinsi DIY dengan Jateng ini berserakan. Masih untung tidak seluruh candi runtuh. Kebesaran masa lalu pun masih bisa dilihat sampai sekarang.

Sunday, June 25, 2006


Pojok beteng kulon Kraton Yogyakarta juga rusak diterjang gempa. Beteng Kraton memiliki empat sudut, tiga di antaranya -- di utara barat, barat selatan, dan timur selatan -- mengalami kerusakan yang sama.

Ny Udi warga Dusun Bebekan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, ini hanyalah salah satu dari ribuan korban gempa yang menjadi menjadi "manusia tenda". Segala aktivitas dilakukan di tenda sederhana, karena rumahnya tidak layak huni. Jika siang hari, udara terasa panas menyengat. Jika malam dingin menggerogoti tulang. "Yang penting sabar," kata Ny Udi seolah menenteramkan diri sendiri.

Perempuan tua warga Dusun Samen, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, ini sempat tertimpa rumahnya yang luluh lantak selama sekitar dua jam. Dengan luka-luka di sekujur tubuh, ia duduk di depan material rumahnya. Ia kini dibawa salah satu anaknya di Jawa Timur.

Beberapa orang membacakan ayat-ayat Alquran untuk keluarga mereka yang menjadi korban gempa bumi. Ketika manusia tidak mampu melawan "perilaku" alam, maka mereka kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Berdoa...dan berdoa...

Karena terbatasnya tempat di dalam rumah sakit, mereka menempati jalanan aspal depan rumah sakit dengan alas karpet. Penanganan pun menunggu giliran, karena jumlah pasien sangat tidak sebanding dengan tenaga rumah sakit.

Perempuan ini juga sedang dibawa keluarga dan tetangga ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Jumlah orang yang dibawa ke rumah sakit mencapai ribuan, sehingga harus dibagi ke beberapa rumah sakit di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Laki-laki merintih kesakitan setelah tertimpa bangunan rumahnya. Oleh keluarga dan tetangganya dia dibawa ke salah satu rumah sakit di wilayah Kabupaten Bantul untuk mendapatkan perawatan.

Bukan hanya rumah, semua yang ada di dalam rumah seperti sepeda motor pun menjadi korban gempa. Beberapa di antaranya masih bisa diselematkan, meski dalam kondisi rusak. Sebagian lagi kerusakannya lebih parah. Apa boleh buat.
Salah satu warga di Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, ini sedang membereskan rumahnya yang hancur diterjang gempa. Langkah ini jauh lebih baik dibanding hanya menunggu uluran tangan relawan maupun bantuan.

Friday, June 23, 2006

Seorang suster berjalan di depan gereja di Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul. Beberapa bagian gereja ini memang berantakan "diterjang" guncangan gempa bumi.
Masjid yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Bambanglipuro ini tidak mungkin lagi difungsikan. Masyarakat setempat mendirikan tenda untuk melaksanakan shalat secara berjamaah.
Ribuan rumah di wilayah Bantul luluh lantak, termasuk di Dusun Samen, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, ini. Warga menyisir reruntuhan rumahnya untuk mencari sebagian harta terpendam yang mungkin masih bisa dimanfaatkan, termasuk sepeda motor.

Gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Prangtritis ambles. Lantai satu melorot, diikuti lantai di atasnya.

Dua gedung di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kerja Sama di Jalan Parangtritis, Yogyakarta, posisinya miring akibat gempa.
Toko buku Gramedia di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta rusak di beberapa bagian. Sampai hari ini (Jumat, 24 Juni 2006) masih tutup karena direnovasi.
KETIKA BUMI BERGUNCANG

Sabtu, 27 Mei 2006, sekitar pukul 05.55. Sebagian besar masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya sedang menyiapkan segala sesuatu untuk aktivitas seharian. Ada yang bersih-bersih rumah, mandi, menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak, dan lain-lain. Dan tiba-tiba, angin berdesir sangat kencang...bumi pun berguncang dengan cepat... Semua terguncang-guncang!!!
Tak sampai satu menit. Sebagian orang sempat ke luar, sebagian lain tidak sempat. Sebagian rumah luluh lantak dihantam gempa 5,9 SR, sebagian bengkah-bengkah, dan lainnya rusak ringan. Lebih dari 6.000 orang meninggal dunia, puluhan ribu luka-luka.
Itulah gempa. Satu dari ribuah fenomena alam, yang tidak bisa ditolak oleh manusia mana pun. Sisa-sisa dokumentasi akibat gempa, mungkin akan menjadi saksi sejarah tentang peristiwa itu.
Inilah awal perkenalan kita,
Salam,
Heroe Pras