Friday, June 23, 2006
KETIKA BUMI BERGUNCANG
Sabtu, 27 Mei 2006, sekitar pukul 05.55. Sebagian besar masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya sedang menyiapkan segala sesuatu untuk aktivitas seharian. Ada yang bersih-bersih rumah, mandi, menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak, dan lain-lain. Dan tiba-tiba, angin berdesir sangat kencang...bumi pun berguncang dengan cepat... Semua terguncang-guncang!!!
Tak sampai satu menit. Sebagian orang sempat ke luar, sebagian lain tidak sempat. Sebagian rumah luluh lantak dihantam gempa 5,9 SR, sebagian bengkah-bengkah, dan lainnya rusak ringan. Lebih dari 6.000 orang meninggal dunia, puluhan ribu luka-luka.
Itulah gempa. Satu dari ribuah fenomena alam, yang tidak bisa ditolak oleh manusia mana pun. Sisa-sisa dokumentasi akibat gempa, mungkin akan menjadi saksi sejarah tentang peristiwa itu.
Inilah awal perkenalan kita,
Salam,
Heroe Pras
Sabtu, 27 Mei 2006, sekitar pukul 05.55. Sebagian besar masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya sedang menyiapkan segala sesuatu untuk aktivitas seharian. Ada yang bersih-bersih rumah, mandi, menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak, dan lain-lain. Dan tiba-tiba, angin berdesir sangat kencang...bumi pun berguncang dengan cepat... Semua terguncang-guncang!!!
Tak sampai satu menit. Sebagian orang sempat ke luar, sebagian lain tidak sempat. Sebagian rumah luluh lantak dihantam gempa 5,9 SR, sebagian bengkah-bengkah, dan lainnya rusak ringan. Lebih dari 6.000 orang meninggal dunia, puluhan ribu luka-luka.
Itulah gempa. Satu dari ribuah fenomena alam, yang tidak bisa ditolak oleh manusia mana pun. Sisa-sisa dokumentasi akibat gempa, mungkin akan menjadi saksi sejarah tentang peristiwa itu.
Inilah awal perkenalan kita,
Salam,
Heroe Pras
Subscribe to:
Posts (Atom)






