Tuesday, February 23, 2010

WANAGAMA, HUTAN DI TENGAH AREA TANDUS (3)

Penanaman demi penanaman membuahkan hasil. Kawasan yang dulu tandus sedikit demi sedikit berubah hijau. Pepohonan tumbuh di mana-mana. Dinas Kehutanan sebagai pemilik lahan memperluas areal kerja sama menjadi 79,9 hektar, dan sekarang sekitar 600 hektar yang terbagi dalam sembilan petak. Selain berfungsi sebagai hutan pendidikan dan penelitian lapangan bagi mahasiswa UGM, program itu juga untuk mencari model menanggulangi kekritisan tanah khususnya di Gunungkidul.

Saat ini di Wanagama tertanam sekitar 1500 jenis tanaman di antaranya 17 jenis kayu, 35 kayu bakar, dan 33 pohon serbaguna. Semua pohon terkait dengan iklim kering. Fungsi hutan pun bertambah tidak sekadar pendidikan dan menambah penghasilan, tetapi bisa menjadi obyek wisata. Hampir setiap liburan, hutan buatan ini dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing.

Ketika memasuki Wanagama akan langsung dinikmati hembusan asing, kicauan burung, dan aksi akrobatik berbagai jenis kupu-kupu. Sinar matahari di siang hari yang kadang menusuk-nusuk kulit, tidak bakal dirasakan di sini. Rindangnya pepohonan menjadi senjata ampuh melawan gerahnya siang hari. Justru keteduhan dan ketenangan yang bakal dirasakan. Sepertinya Wanagama adalah tempat asing di Gunungkidul.

Perjalanan menuju kawasan ini juga enak dinikmati, tidak sampai satu jam dari arah Yogya ke timur. Begitu lepas dari pertigaan Piyungan, jalanan mulai meliuk dan menanjak. Sesekali jika berhenti di tepi jalan, akan bisa melihat kota Yogya. Begitu sampai di pertigaan Gading, belok kanan. Sekitar lima kilometer berikutnya sudah masuk Wanagama. Jika menumpang angkutan umum, dari pertigaan Gading banyak ojek yang siap mengantar ke hutan buatan tersebut. (Heru Prasetya)

No comments: